What’s Your True Personality?

Bagaimana saya sebenarnya? Kebanyakan itu pertanyaan yang disampaikan orang-orang di sekitar saya di usianya yang tak lagi muda. Bahkan sampai bertemu psikolog hanya untuk tahu minat dan bakatnya sepertu apa. Merasa tak tahu pribadi atau sifatnya yang benar sebab selama ini mungkin kita memang tumbuh di lingkungan yang tidak membolehkan ke”aku”an, lebih pada apa yang dipersepsikan orang mengenai kita. Jadi, kita malah bingung, kita itu orang yang seperti apa.

Kebingungan ini bisa dijawab dengan maraknya tes kepribadian daring yang banyak bermunculan. Memberikan alternatif bagi orang-orang yang ingin mengetahui kepribadiannya dan mendapatkan arahan apa yang seharusnya ia lakukan di kehidupannya. Namun tetap saja, kebanyakan tes yang ada minim dari hasil penelitian yang masif dan menyeluruh. Beberapa di antaranya hanya berdasarkan basis teori yang dikembangkan berdasarkan pengamatan di lapangan.

Salah satu yang cukup marak adalah tes MBTI (Myers-Brigg Taxonomy Inventory). Tes ini cukup masif diperkenalkan karena mudah untuk dipahami. Sayangnya, secara teoritis di dunia psikologi, tes ini masih belum sepenuhnya mendapatkan tempat. Alasannya penemu atau pencetus teori ini bukan berasal dari latar belakang pendidikan psikologi (alasan klasik). Meskipun demikian, sudah cukup banyak psikolog yang menggunakannya untuk praktik di Indonesia, baik digunakan dalam sesi konseling sampai urusan training.

Kemudahan penggunaan dan pemahaman serta penerapannya dalam banyak bidang, membuat tes ini bisa banyak ditemukan saat kita cari di mesin pencari Google. Salah satu yang cukup komprehensif bisa ditemukan di sini. Akan tetapi, cukupkah penggunaan yang masif dan mudah ini menjadikan tes kepribadian satu ini menjadi valid dan reliabel?

Kalau ingin mencari tes kepribadian yang valid dan reliabel kita harusnya bergerak dari sumber teori yang disarikan dari sesuatu yang bersifat empiris juga, bukan hipotetikal. Teori itu adalah Big Five Personality. Teori ini membahas kepribadian dalam bentuk traits. Dikenal juga dengan sebutan OCEAN (Openness to Change, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, Neuroticism). Berdasarkan penelitian traits ini konsisten ada di beragam budaya. Artinya teori ini menendang batasan budaya dan negara yang banyak membatasi teori-teori lainnya.

Di Indonesia sendiri Big Five Inventory (BFI) sudah diadaptasi dari alat ukur aslinya oleh salah satu dosen Psikologi UGM. Selain BFI, cukup banyak alat ukur-alat ukur lain yang dikembangkan berdasarkan teori OCEAN ini sehingga ragamnya cukup variatif. Akan tetapi, benarkah traits inilah yang memang terlihat pada individu di manapun berada? Mari kita simak apa saja yang dimaksud dari tiap trait itu.

  • Openness to Change, individu-individu yang mengapresiasi beragam pengalaman, ide-ide baru, petualangan, seni, dan emosi. Memperlihatkan keingintahuan secara intelektual yang luas, kreativitas, dan menghargai keberagaman individu.
  • Consciousness, seseorang yang teratur dan dapat diandalkan, memiliki disiplin diri, bertanggungjawab, prestasi adalah tujuannya, dan lebih menyukai hal yang terencana dibandingkan hal yang spontan.
  • Extraversion, individu yang tinggi pada trait ini akan menunjukkan diri memiliki energi tanpa batas, suka bersosialisasi, sangat menyukai bersama orang-orang, dan sangat suka berbicara.
  • Agreeableness, seseorang yang menunjukkan kepatuhan dan menyukai hal-hal yang sudah jelas. Kadang dilihat sebagai orang yang naif atau submisif karena memiliki temperamen yang tenang.
  • Neuroticism (Negativism), individu yang mudah mengalami stres secara psikologis. Seringkali mudah menunjukkan kondisi emosional yang kurang baik, seperti cemas, marah, dan depresi. Ini bisa dilihat sebagai indikator dari stabilitas emosi seseorang.

Masing-masing trait ini menunjukkan satu titik kontinum dalam kepribadian kita. Jadi, jika kita tinggi di agreeableness kita akan menunjukkan ciri-ciri seperti yang dijabarkan di atas. Sebaliknya, jika kita rendah akan menunjukkan ciri yang kebalikannya.

Tes ini sendiri sudah pernah saya ikuti ketika zaman kuliah dulu. Pernah dikerjakan lagi selepas lulus kuliah, dan baru saja saya isi lagi melalui laman berikut. Isinya sederhana, hanya beberapa pertanyaan yang merepresentasikan ciri dari setiap trait.

Hasilnya? Tetap sama. Saya tinggi di agreeableness dan negativism/neuroticism, sesuatu yang dominan dalam diri saya selama ini. Namun kali ini saya bisa melihat dengan lebih jelas bagaimana profil kepribadian saya karena tes daring ini menyajikan bentuk diagram untum mempermudah pemahaman kita mengenai profil kepribadian kita.

Tidak hanya sampai di sini, selanjutnya profil kepribadian kita juga dijelaskan secara lebih mendetail untuk tiap trait sehingga jelas mana yang menjadi kekuatan kita atau kekurangan kita. Bagi saya, ini sederhana untuk dipahami dan memang menggambarkan bagaimana diri saya.

Tertarik untuk mencobanya juga? Karena sebenarnya kepribadian kita itu seperti permata, memiliki banyak faset. Dengan demikian, tak cukup kita menjelaskan diri kita hanya dari satu hal saja, seperti saya introvert atau saya ekstrovert. Sebab jika hanya satu maka akan sulit menjelaskan perilaku kita yang kompleks.

Di dalam diri kita terjadi dinamika kepribadian, yang muncul sebagai hasil dari kombinasi genetik, pola asuh, dan pengaruh lingkungan kita. Oleh karena itu, orang dengan tipe kepribadian sama tak akan menunjukkan perilaku yang sama karena perbedaan kehidupan yang mereka miliki.

Jadi, sudah waktunya kita lebih terbuka untuk mengenal diri kita secara lebih mendalam. Mengeksplorasi diri untuk lebih mendalami dan mengenal diri kita agar lebih sehat secara psikologis. Akan tetapi, bukan untuk berlindung di balik semua kepribadian kita itu untuk menjadi senjata defensif ketika kita tak mampu menjalani kehidupan dengan baik.

Apapun tes kepribadian yang sudah kita coba atau macam-macam tipe kepribadian yang sudah kita baca, ada baiknya kita bijak untuk menyikapinya. Semua tes itu ada agar kita mengeksplorasi diri. Bukan melakukan self-claiming yang membuat kita membolehkan diri kita terjebak dalam satu hal saja. Sebab kita adalah individu yang terus berkembang sepanjang masa, termasuk kepribadian kita.

Advertisements

One thought on “What’s Your True Personality?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s