Tempat Kita di Hati Mereka

Teman-teman mau mengabarkan, teman kita T meninggal dunia tadi jam 7 malam.

Berita ini bagai disambar petir buatku. T adalah salah satu teman baik ketika aku duduk di bangku SMP. Bahkan sebelum ia berpulang sudah sering sekali membuat janji (yang belum sempat tertepati) untuk bertemu kembali setelah lebih dari 10 tahun tak bertemu.

Sekarang ia telah berpulang, mendahului suami dan ketiga anaknya. Rasanya dada ini sesak karena tak sempat menyapanya sebelum ia tak lagi bersuara. Air mata mengalir tanpa permisi, menuangkan kesedihan yang memenuhi hati dan pikiran. Sebab ia adalah salah satu orang yang memenuhi hatiku sebagai orang yang berarti.

Setelah pesan di atas masuk tentu saja banyak yang mengucapkan belasungkawa. Apalagi suaminya juga masih teman SMP di angkatan yang sama. Berbagai ucapan, mulai dari yang terasa dekat secara emosional maupun yang sekedar formal mengucapkan. Sesuatu yang sudah sering terbaca saat sebuah berita duka masuk di sebuah grup yang banyak massanya.

Saat membaca itu aku jadi memikirkan seauatu yang berbeda. Terbiasa mengamati konten pembicaraan membuatku jadi berpikir, sebenarnya apa yang dipikirkan setiap anggota grup ini ketika mengucapkan sebuah kedukaan. Apakah hanya formal saja karena yang lain ikut mengucapkan. Atau memang ada kesan mendalam dari yang meninggal sehingga bereaksi secara lebih personal.

Jika ditarik lebih jauh lagi, sampai mana kita berada di hati orang-orang di dekat kita. Hanya sebagai satu orang yang “pernah” ada. Seseorang yang “pernah berarti” ada. Seseorang yang “selamanya” ada. Ataukah sesosok yang jelas berbeda di antara semua itu?

Mungkin pernah mendengar beberapa cerita, ada orang-orang yang saat meninggal dunia, banyak sekali yang melayat, mendoakannya. Banyak yang menangis dan bersedih atas kepergiannya yang mendadak. Sebaliknya, ada orang-orang yang sungguh sepi pelayat. Menyisakan sedikit yang bisa menyolatkannya. Padahal setidaknya dibutuhkan 40 orang yang menyolatkan agar diampuni dosanya.

Lalu kita bagaimana?

Tak akan ada jawabannya sampai nanti kita yang dipanggil Yang Maha Kuasa. Apakah semua tergantung pada seberapa banyak orang yang mengingat kita di hati mereka? Menempatkan kita di ruang khusus untuk diingat di hari kita meninggalkan dunia. Mungkinkah?

Mungkin saja. Sebab kita akan benar teringat jika kita sudah memberikan tempat penting baginya di kehidupan yang kita tinggalkan. Entah itu besar atau kecil.

Kita sendiri sebenarnya tak akan pernah tahu seberapa besar kita tertinggal di hati mereka. Bahkan dalam bentuk apa juga kita tahu. Apakah rasa senang, sedih, atau benci dan amarah. Semua tergantung bagaimana mereka mempersepsi kita selama kita hidup di dunia.

Oleh karena itu, sudahkah kita menyisakan sedikit tempat di hati mereka yang akan kita tinggalkan? Tempat yang baik, berisikan kebahagiaan dan kenangan indah akan kebaikan kita. Bukan tempat dendam, kebencian yang tak berujung atas laku kita di masa lalu.

Namun sebenarnya apapun itu, saat kita kehilangannya, semua rasa akan membaur. Begitu yang aku rasa saat baru saja dikabarkan seorang anggota keluarga meninggal dunia. Sungguh saat ia masih ada, sedikit kekesalan seringkali melintas di pikiran atas apa yang pernah ia lakukan. Akan tetapi, semua tiba-tiba menghilang ketika dikabarkan ia telah dipanggil Sang Ilahi.

Rasa kesal dan sebal berubah menjadi air mata kesedihan. Penyesalan karena tak pernah meminta maaf atau sekedar memaafkan apa yang telah ia lakukan kepadaku dulu. Sesuatu yang mungkin tak pernah ia maksudkan untuk menyinggung diriku. Semua berubah seketika. Memang Allah Maha Pembolak Hati ini.

Jadi, kita akan bagaimana? Sudahkah kita ditempatkan di tempat yang layak oleh orang yang mungkin kita anggap sudah ada tempat di hati kita.

Advertisements

One thought on “Tempat Kita di Hati Mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s